Ekonomi Makro dan Mikro, Apa Bedanya Sih?

By | March 28, 2021

Halo, Sobat Bisnis. ‘Ekonomi’ bukanlah kata yang asing lagi dalam perbendaharaan kita ya. Karena memang, ekonomi sebagai aktivitas, seperti produksi, distribusi, dan konsumsi tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, baiknya kita pelajari yuk seputar ekonomi, khususnya ekonomi makro dan mikro. Yang mana, kedua itu adalah cabang dari ilmu ekonomi secara umum. Mari, simak ulasan sinaubisnis.com berikut ini!

Definisi Ekonomi

Ekonomi secara harfiah berasal dari bahasa Yunani, yang tersusun dari dua kata, ‘Oikos’ dan ‘Nomos’. Dimana arti dari kedua kata itu masing-masing adalah ‘rumah tangga’ dan ‘aturan’, sehingga ekonomi dapat didefinisikan sebagai aturan rumah tangga. Tentunya, rumah tangga disini diartikan luas, yaitu bentuk kerja sama antar individu guna mencapai kemakmuran berdasar prinsip ekonomi. Contohnya, rumah tangga produsen, rumah tangga konsumen, dan rumah tangga pemerintah.

Konsep Dasar Ekonomi Makro dan Mikro

Ekonomi mikro dan makro pada dasarnya adalah aspek turunan dari teori ilmu ekonomi yang cakupan bahasannya begitu luas, gambar oleh Mathieu Stern on Unsplash

Bahasan ilmu ekonomi sejatinya luas sekali. Karenanya, kemudian dibagilah menjadi dua aspek, yakni ekonomi makro dan mikro. Tentu, secara konsep keduanya berbeda, dan berikut penjabarannya:

Ekonomi Mikro

Ekonomi mikro adalah ilmu yang mempelajari seputar kegiatan ekonomi serta menganalisis perilaku konsumen ataupun produsen secara lebih rinci dan spesifik. Misalnya saja, menjelaskan kondisi keuangan suatu perusahaan yang sedang colaps, atau kondisi finansial seorang ibu rumah tangga selama sebulan terakhir.

Bukan berarti bahasan ekonomi mikro sesederhana itu, tetapi juga menyinggung tentang permintaan dan penawaran barang dan jasa (teori harga), dan teori produksi serta juga teori distribusi.

  • Teori Harga

Teori harga menjelaskan bagaimana proses permintaan dan penawaran menjadi acuan dalam menentukan harga suatu produk yang hendak dijual. Oleh karenanya, dalam teori ini, riset merupakan langkah vital sebelum menentukan harga suatu produk.

  • Teori Produksi

Teori ini lebih menitikberatkan analisa biaya produksi dalam menentukan harga suatu produk. Tak luput, kualitas dan kuantitas termasuk komponen dasar dalam penghitungan. Dalam teori ini, input tiap komponen dalam produksi mesti tercatat detil agar diperoleh keuntungan yang maksimal.

  • Teori Distribusi

Teori distribusi secara umum membeberkan mengenai pengeluaran seorang pemilik usaha, baik itu tentang pembagian upah kerja kepada karyawan, pembagian hasil, dan potongan yang lain untuk keperluan penunjang pengembangan usaha.

Ekonomi Makro

Dari segi teori, ekonomi mikro dan makro pun sangat berbeda antar satu sama lain, gambar oleh Gabby K from Pexels

Berbeda dengan ekonomi mikro yang lingkup bahasannya lebih spesifik, ekonomi makro memiliki fokus kajian yang lebih luas. Salah satu contohnya adalah mempelajari neraca keuangan nasional.

Dimana ekonomi makro sejatinya juga menyoroti hal-hal lain selain itu. Misalnya, tingkat ketersediaan lapangan pekerjaan, pengangguran, inflasi, serta deflasi harga akibat pengaruh dollar terhadap suku nilai mata uang rupiah.

Saking pentingnya ekonomi makro, bahkan salah perhitungan saja bisa berdampak buruk bagi sebuah negara. Itulah sebabnya, ada tiga kebijakan yang menjadi pertimbangan sebelum memutuskan kebijakan perekonomian dari perspektif ekonomi makro. Apa saja itu? 

  • Kebijakan Fiskal

Pada kebijakan fiskal, kita akan menemukan serangkaian aturan mengenai pemasukan dan pengeluaran suatu negara. Semisal, pajak dan non pajak, atau denda, gratifikasi, lelang, hibah, dan pemberian dari negara lain. Sementara, mengenai pengeluaran negara maka belanja pemerintah, seperti impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan lain-lain.

  • Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter yakni aturan mengenai berapa banyak uang yang diedarkan oleh bank sentral -Bank Indonesia-. Maka itu, banyaknya uang yang beredar di tengah masyarakat bakal berpengaruh terhadap tingkat inflasi. Dimana semakin banyak  uang yang beredar maka tingkat inflasi akan naik. Begitu sebaliknya, peredaran uang yang lebih sedikit akan menurunkan tingkat inflasi.

  • Kebijakan Segi Penawaran

Kebijakan segi penawaran merupakan langkah pemerintah untuk meningkatkan efisiensi aktivitas perusahaan-perusahaan serta tenaga kerja supaya biaya produksi dapat diturunkan, sementara produksi dapat ditingkatkan serta teknologi makin berkembang. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa kebijakan ini bertujuan menstabilkan neraca keuangan suatu perusahaan.

3 Hal yang Membedakan Ekonomi Mikro dan Makro

Setidaknya ada 3 hal yang membedakan antara ekonomi mikro dan makro, gambar dari pexels.com

Setelah mengetahui definisi ekonomi mikro dan makro, sudah ada gambaran ya, mengenai keduanya. Lalu, supaya kita makin mengetahui karakteristik yang membedakan keduanya antar satu sama lain, yuk kita urai satu per satu.

Harga dan Nilai Komoditas dari Barang

Komoditas dalam ekonomi adalah produk yang diperdagangkan, dan harga komoditas yang terbentuk ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar. Khususnya dalam ekonomi mikro dan makro, berikut inilah contoh kasusnya:

  • Di dalam ekonomi mikro, harga diartikan sebagai nilai dari sebuah komoditas atau barang tertentu saja. Contoh: harga kopi, harga teh, harga gawai, dan harga skincare.
  • Di dalam ekonomi makro, harga diartikan sebagai nilai dari sebuah komoditas secara keseluruhan atau agregat. Contoh: indeks harga konsumen (IHK) sebagai agregat atas harga dan jasa dalam suatu negara.

Unit Analisis dan Cakupannya

Dalam hal ini, kita akan mengeksplor apa saja batasan analisa sekaligus yang dipelajari dalam studi dan praktek dari ekonomi mikro dan makro. Dengan itu, maka menjadi mudah untuk kita mengetahui perbedaan diantara kedua aspek ekonomi tersebut. Inilah dia contoh kasusnya:

  • Di dalam ekonomi mikro: menganalisa serta membahas kegiatan ekonomi secara individual. Maksudnya, subjek bahasannya adalah peran individu (perorangan) sebagai rumah tangga konsumsi dan perusahaan sebagai rumah tangga produksi. Contoh: permintaan dan penawaran, laba atau rugi serta biaya dari sebuah perusahaan, dan pasar.
  • Di dalam ekonomi makro: menganalisa serta membahas agregat perekonomian secara keseluruhan dari suatu negara. Contoh: inflasi, deflasi, pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, serta investasi.

Tujuan Analisis Ekonomi Mikro dan Makro

Dari 3 hal yang membedakan antara ekonomi mikro dan makro, tujuan analisis adalah yang kentara, gambar oleh Gabby K from Pexels

Dilihat dari tujuan analisis, ekonomi mikro dan makro sejatinya berbeda. Hal itu tampak jelas sedari kita melihatnya pada unit analisis yang diperlajari keduanya. Semisal:

  • Di dalam ekonomi mikro: tujuan analisisnya berfokus pada cara mengelola sumber daya yang dipunya untuk dapat meraih kombinasi yang tepat dan pendapatan setinggi-tingginya serta pengeluaran serendah-rendahnya.
  • Di dalam ekonomi makro: tujuan analisisnya berfokus pada besarnya pengaruh kegiatan ekonomi yang dilakukan terhadap perekonomian suatu negara secara menyeluruh.

Penutup

Itulah ulasan sinaubisnis.com mengenai perbedaan ekonomi mikro dan makro. Sebagaimana kita tahu, keduanya adalah kunci dari kajian serta dasar kebijakan ekonomi. Maka itu, penting bagi kita untuk memahaminya supaya lebih jeli dalam menganalisa fenomena ekonomi yang terjadi. Dan tentu, besar manfaatnya bagi kita bila kita sudah mampu memahami dan membedakan ekonomi mikro dan makro. Maka, semoga tulisan ini bermanfaat ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *