Halo, para pembelajar! Salam kenal dariku yang juga masih belajar. Kali ini kita akan belajar mengenai public speaking. Pasti sudah sering kita mendengar soft skill yang kerap dicari-cari orang sekarang ini. Public speaking atau bisa kita artikan sebagai kemampuan untuk berbicara di depan publik atau masyarakat umum.

Tips Lancar Public Speaking

Perlu aku tekankan bahwa bagaimanapun sebagai penulis di sini aku juga masih belajar, banyak kurang dan belum sempurna dalam mengasah kemampuan itu. Tetapi biarlah ini menjadi salah satu momen sharing yang bisa kita gali lebih dalam. Kalau teman-teman ada pandangan lain, bisa dibagikan juga di kolom komentar. Karena pada kenyataannya, setiap orang belajar dengan cara yang berbeda-beda.

Jadilah Pendengar yang Baik Dahulu

Pertama dan utama, mengenai kemampuan public speaking ini, aku meyakini bahwa seorang yang pandai berbicara sesungguhnya adalah orang yang pandai mendengarkan. Larry King, presenter terkena dari bumi Paman Sam, dalam sebuah buku yang sudah diterjemahkan dengan judul Seni Berbicara menyampaikan setidaknya ada dua syarat menjadi pembicara yang baik: perhatian yang dalam kepada orang lain dan keterbukaan diri. Memerhatikan dan terbuka atau sederhananya tadi itu, mau mendengarkan.

Karena ketika orientasi kita sebagai seorang public speaker adalah terus menerus menyampaikan sesuatu dan berbicara, oh ya ampun, kita akan sering diabaikan. Selain itu, percaya apa enggak, kebiasaan mendengarkan akan membuat modal kita untuk bicara semakin banyak. Sebab kita akan memiliki banyak wawasan dan tahu beragam persepsi, serta bisa menempatkan diri saat berbicara.

Buat Style Berbicaramu Sendiri

Selanjutnya, prinsip kedua yang harus dipegang saat melakukan public speaking adalah yakin bahwa setiap orang punya gaya sendiri-sendiri saat berbicara. Ada orang yang berbicara dengan cara serius, tegas, serta elegan, seperti presiden pertama kita Bung Karno atau Mbak Najwa Shihab di layar Narasi TV misalnya. Tetapi ada juga orang yang bisa berbicara renyah dengan gaya santuy dan uwu, seperti Raditya Dika atau Fiersa Besari. Walaupun begitu, tiap mereka pun punya ciri khas sendiri-sendiri. Selain mereka, masih ada orang-orang dengan keunikan gaya lainnya.

Ada yang senang berbicara dengan membawa catatan poin-poin, ada yang senang menampilkan slide power point yang kece, ada yang senang menggunakan alat peraga. Macam-macam kan. Jadi isokey, pede aja dengan gayamu sendiri. Gaya mana yang menurut kamu akan membantumu memberi penampilan terbaik saat berbicara di depan umum? Tentukan pilihanmu!

Practice Make Progress

Ketiga, karena public speaking merupakan sebuah skill, maka kita perlu tahu kalau untuk menguasainya tidak bisa tiba-tiba sudah jago. Untuk menjadi master, perlu latihan terus menerus, perlu belajar lagi dan lagi. Ir. Soekarno dan Mbak Najwa nggak mungkin tiba-tiba jadi seperti yang kita kenal sekarang. Raditya Dika dan Fiersa Besari yakin deh pernah bikin jokes yang garing sebelum sekarang ini.

Jadi, tetap semangat untuk kita berproses. Salah, keliru, lidah kelu, malu-malu, mari kita hadapi semua itu. Pelan-pelan tapi pasti kita gugurkan mereka satu persatu, dengan mau mengambil banyak kesempatan belajar. Selain itu, latihan sederhana juga bisa dilakukan seperti berbicara di depan cermin, melakukan video recording terus memainkannya ulang untuk ditonton sendiri, atau meminta teman mengomentari cara kita presentasi, dan sebagainya. Pokoknya senyaman kita aja.

Begitu ya teman-teman, semoga bisa mendorong kita untuk jadi public speaker yang lebih baik lagi. Senang melihat gaya speaking beragam orang-orang yang keren dan unik!

Yogyakarta, 4 Shafar 1442