5 Hal tentang Sales yang Mesti Kamu Ketahui, Mulai dari Istilah Umum hingga Jenisnya

By | July 26, 2021

Sobat Bisnis, mendengar kata “sales” sepertinya sudah tidak terdengar asing lagi ya. Perannya yang vital bagi perusahaan membuat peran sales layaknya ujung tombak penjualan perusahaan. Karenanya, sering kita mudah menjumpai lowongan pekerjaan untuk posisi sales. Sayangnya, malah banyak orang yang justru menganggap sebelah mata profesi ini. Sebab, sales seringkali dilabeli sebagai pekerjaan yang hanya bermodalkan pakaian seksi atau mulut licin. Padahal, fungsi sales tidak sesederhana itu, lantas seperti apa? Yuk, simak ulasan sinaubisnis.com berikut ini, sob!

Pengertian

Sales secara harfiah bila diterjemahkan ke dalam bahasia Indonesia  memiliki arti ‘penjualan’. Sehingga, secara sederhana, sales dapat dipahami sebagai bagian dari aktivitas penjualan, baik itu berupa produk barang ataupun layanan kepada pembeli. Sama dengan itu, HubSpot juga mendefinisikan sales sebagai aktivitas penjualan barang atau jasa.

Dapat dilihat, hampir seluruh perusahaan nyaris tidak ada yang tidak mempunyai tim sales. Pasalnya, interaksinya yang langsung ke konsumen membuat kinerja sales berdampak langsung terhadap penjualan perusahaan. Maka itu, anggapan yang meremehkan posisi sales, tentunya tidaklah tepat. Sebab, menghadapi penolakan mentah-mentah bahkan cacian tidaklah mudah diterima seseorang, kecuali ia memiliki mental baja dan tahan banting.

Kemudian, penting juga untuk diketahui bahwa dalam geraknya, setidaknya terdapat tiga unsur yang melatarbelakangi gerak sales. Pertama, berdasarkan wilayah atau daerah penjualan. Yakni, mulanya sebelum menjual barangnya, tim penjualan akan melakukan pemetaan daerah terlebih dahulu. Setelah itu, tim akan memperoleh peta daerah mana saja yang membutuhkan barang atau jasa yang mereka jual. 

Kedua, berdasarkan barang atau jasa yang dijual. Dalam hal ini, kedalaman pemahaman terhadap barang atau jasa yang dijual akan menentukan hasil strategi yang disusun. Pasalnya, karakteristik produk yang hendak dijual akan mengurai segmentasi pasar yang bakal dituju.

Terakhir, yang ketiga, berdasarkan target pelanggan. Menjadikan target pelanggan sebagai acuan dalam sales, dengan sendirinya akan menentukan daerah sasaran penjualan sekaligus melengkapi karakteristik produk yang akan dijual.

Istilah Umum

Sales sebagai aktivitas penjualan, di dalam bisnis, memunculkan beberapa istilah umum, photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Sales sebagai aktivitas penjualan, di dalam bisnis, memunculkan beberapa istilah umum. Sinaubisnis.com meringkas setidaknya terdapat lima istilah umum diantaranya sebagai berikut:

1. Salesperson

Salesperson yang dimaksud adalah individu yang menjajakan suatu produk dalam proses transaksi penjualan. Maka dari itu, dalam istilah lain, salesperson disebut juga salesman

Mengenai pekerjaannya, seorang salesperson melakukan penjualan produk barang atau layanan kepada pembeli. Dimana dalam melakukannya, salesperson tersebut akan menyarankan produk atau layanan yang dapat memenuhi kebutuhan pembeli. Oleh karena itu, mula-mula ia mesti mencari tahu apa yang dinginkan atau dibutuhkan pembeli, dan untuk melakukannya seringkali dibutuhkan teknik penjualan tertentu.

Di sisi lain, selain salesperson harus mampu mendatangkan pembeli baru, ia juga harus bisa mempertahankan pembeli supaya tetap berlangganan dengan produk yang ia jual. Itulah sebabnya, situasi dan kebutuhan perusahaan amat mempengaruhi tanggung jawab dan target pembeli salesperson

2. Prospek

Prospek, menurut Krugman dan Maurice diartikan sebagai peluang yang muncul karena usaha seseorang untuk memenuhi kebutuhannya sekaligus untuk memperoleh keuntungan (profit). Lebih spesifik, prospek juga dapat diterjemahkan sebagai klien potensial sebagai pelanggan ideal. Maksudnya ialah mereka yang belum begitu minat terhadap produk barang atau layanan yang ditawarkan.

Dalam pemahaman lain, prospek juga sering dianggap sebagai cara seorang salesperson mendekati calon pelanggan, baik dengan melakukan panggilan telepon, social selling, atau bisa juga email marketing. Nah, setelah berhasil melakukan prospek ke pelanggan, maka salesperson tersebut akan masuk ke tahap deal.

3. Deal

Deal mungkin istilah yang lebih familiar di telinga banyak orang, yaitu dipahami sebagai persetujuan harga antara penjual dan pembeli. Dalam prosesnya, deal akan digolongkan ke banyak tingkatan. Dan, setiap perusahaan mempunyai tingkatan deal yang berbeda-beda tergantung bisnis dan industrinya. Disinilah seorang salesperson harus mampu merancang rencana deal berdasarkan kebutuhan dan kondisi. Supaya, proses dealing dapat berjalan sesuai periode waktu yang ditetapkan dan target yang direncanakan.

4. Sales Pipeline

Sales pipeline, istilah yang mengacu pada langkah-langkah dalam proses penjualan produk barang atau layanan. Dalam memberikan gambaran proses penjualan, salah satu pipeline yang sering digunakan adalah diagram rencana tim penjualan. Dimana biasanya melalui diagram ini akan digambarkan serangkaian tahap mulai dari penilaian prospek, pertemuan dengan prospek, penawaran barang atau jasa, sampai tahap transaksi atau deal

5. Sales Plan

Lain halnya dengan sales pipeline, sales plan menggambarkan jangka panjang dari tujuan, strategi, serta objek dari tim penjualan sebuah perusahaan. Termasuk di dalamnya memuat detail-detail harga, target pelanggan, kondisi pasar, struktur tim, target pendapatan, dan yang lainnya. Namun yang tak kalah penting adalah terdapatnya taktik dan teknik di dalam sales plan guna merealisasikan target yang sudah yang dicanangkan.

Jenis-jenis

Sales di dalam perusahaan juga memiliki posisi dengan sebutannya sendiri, photo by Hardini Lestari on Unsplash

Selanjutnya, kita juga perlu mengetahui bahwa sales di dalam perusahaan juga memiliki posisi dengan sebutannya sendiri. Berikut ini, ada beberapa posisi-posisi yang biasanya berada di bawah tim penjualan dalam perusahaan, mengutip The Balance Careers, sebagai berikut:

1. Sales Representative

Sales representative adalah posisi yang berada di tingkat dasar di sebuah tim penjualan. Sehingga, posisi ini menjadi ujung tombak penjualan perusahaan. Keberhasilan di posisi ini bakal membuka kesempatan untuk kenaikan karir ke posisi yang lebih tinggi. Biasanya, posisi sales representative di dalam perusahaan dikenal dengan sebutan yang bervariasi, seperti agen penjualan, brand ambassador, advertising representative, account representative, dan lain sebagainya.

2. Sales Management

Sales management secara posisi setingkat berada di atas sales representative. Membawahi sales representative, posisi sales manager berada setingkat dengan supervisor.

Di samping itu, sales manager juga bertugas memimpin tim penjualan dalam perusahaan, sehingga mereka juga mempunyai kewenangan untuk menetapkan goal serta menganalisa penjualan. Untuk itu, pada beberapa perusahaan, seorang sales manager juga berinteraksi langsung dengan pembeli besar, guna membina hubungan baik supaya pembeli besar tersebut loyal dan tetap berlangganan dengan perusahaan.

Seperti pada umumnya, posisi sales manager pada perusahaan mempunyai nama yang beragam, misalnya area manager, account manager, franchise development manager, business development manager, dan lain-lain.

3. Sales Administrative

Sales administrative umumnya berperan membantu administrasi tim penjualan. Misalnya saja, membantu pengurusan izin perjalanan, menyiapkan quotation, menyiapkan marketing kit untuk pembeli, juga menghitung serta mengurus administrasi bonus-bonus yang diberikan kepada pembeli yang loyal.

Selain itu, dalam beberapa perusahaan, sales administrative juga mempunyai peran yang cukup krusial dalam menjembatani antara tim marketing dan tim sales. Sama halnya dengan posisi yang lain, sales administrative juga disebut ke banyak nama dalam perusahaan, seperti business development representative, financial assistant, enterprise representative, dan industry representative.

4. Account Executive

Account executive atau yang biasa sering disingkat AE ialah posisi yang nyaris mirip dengan sales manager namun mempunyai tugas yang sedikit lebih banyak.

Secara tugas, umumnya AE menjalin relasi antara perusahaan dengan klien sekaligus membina hubungan baik dengan klien yang sudah ada. Jadi, AE tidak hanya fokus menjaring klien baru.

Namun demikian, seorang AE dituntut untuk mempunyai pemahaman yang dalam terhadap produknya. Sekaligus, juga harus selalu mengikuti tren perkembangan industri dan pasar tentunya. Itulah sebabnya, AE biasanya lebih dekat dengan pelanggan tetap. Sementara itu, di perusahaan sendiri, umumnya AE dikenal dengan beberapa sebutan, semisal channel partner executive, client executive, account handler, dan lain-lain.

5. Executive-Level Management

Posisi ini biasanya ditempati orang yang sudah berpengalaman sekitar 10 tahun atau lebih di bidang penjualan. Pasalnya, untuk posisi executive-level management umumnya menentukan sekaligus mengarahkan tujuan dan target jangka panjang  penjualan perusahaan.

Selain bekal pengalaman, seorang executive-level management juga mesti memiliki pengetahuan yang cukup terhadap persaingan pasar serta produk yang hendak dijajakan ke pembeli. Itulah sebabnya, posisi ini menuntut tanggung jawab besar dalam perencanaan pemasaran sekaligus perencanaan relasi antara perusahaan dengan pelanggan. Sementara dalam perusahaan, selain disebut executive-level management, posisi ini kadang disebut juga sales director, chief sales officer, bahkan chief financial officer

Penutup

Dari penjelasan diatas, dapat kita petik bukan betapa krusialnya peran sales ini menjual produk hingga sampai ke tangan konsumen. Maka itu, tidak berlebihan bila sales menyandang predikat sebagai ujung tombak perusahaan. Bahkan, hampir semua perusahaan mempunyai tim penjualan atau sales. Lantas, setelah mengetahui apa itu sales dan apa yang dikerjakannya, apakah Sobat Bisnis tertarik untuk berkarir sebagai sales? Semoga tulisan sinaubisnis.com ini bermanfaat ya, sob! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *