Biaya Tetap (Fix cost) dan Biaya Variabel (variable cost), Apa Bedanya?

Halo, Sobat Bisnis. Mestinya tidak asing lagi ya, mendengar istilah “biaya”. Pasalnya, biaya ini merupakan hal yang penting dalam bisnis, terutama dalam akuntansi biaya maupun akuntansi manajemen. Sebab, dengan informasi biaya itu akan dijadikan acuan untuk proses perencanaan dan pengendalian serta pembuatan keputusan. Lantas, tahukah Sobat kalau biaya kemudian digolongkan menjadi dua, biaya tetap dan biaya variabel? Nah, biar makin tahu, yuk simak ulasan sinaubisnis.com berikut ini!

Mengenal Biaya

Dalam konsep, biaya didefinisikan sebagai kas atau nilai ekuivalen kas yang dikeluarkan untuk memperoleh barang atau jasa, yang diharapkan mampu memberi manfaat bagi organisasi atau perusahaan, baik saat ini atau di masa yang akan datang.

Sementara itu, berdasarkan variabilitas, biaya kemudian diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, diantaranya biaya tetap, biaya variabel dan biaya semi variabel. Memang, apa sih ketiga biaya ini?

Nah, secara sederhana, ketiga biaya itu dapat diartikan sebagai berikut: biaya tetap, sebagaimana namanya, merupakan biaya total yang tidak terpengaruh dengan jumlah output yang dihasilkan dalam jangka pendek. 

Lain halnya dengan itu, biaya variabel, justru bergantung pada jumlah output yang dihasilkan. Sedangkan, biaya semi-variabel merupakan jenis biaya yang mempunyai karakteristik dari penggabungan kedua biaya tersebut.

Memahami ketiga biaya tersebut adalah hal wajib bagi perusahaan dan pelaku bisnis. Terlebih, paham dua dari ketiga biaya itu, yaitu biaya tetap dan biaya variabel, menjadi syarat wajib untuk menghitung break even point (BEP).

Selain itu, khusus kedua biaya tersebut juga menentukan penghitungan dan cara perusahaan dalam mengambil keputusan. Sebab, biaya-biaya itu akan dikeluarkan saat tahapan proses produksi.

Sebagaimana mafhum bahwa biaya tetap dan biaya variabel berperan sangat besar untuk mencapai target, seperti berapa kuantitas produk yang dibuat, peralatan apa saja yang digunakan dalam proses produksi, atau yang lain. 

Itulah sebabnya, sebelum mengeluarkan pembiayaan tertentu, perusahaan harus mengestimasi berapa biaya yang dibutuhkan, yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan produksi.

Dan, berikut ini adalah pendalaman pemahaman untuk kedua biaya itu, biaya tetap dan biaya variabel.

Biaya berdasarkan variabilitasnya digolongkan menjadi dua, biaya tetap dan biaya variabel, photo by Marek Studzinski on Unsplash

A. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tetap (fixed cost) diartikan sebagai suatu biaya yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan dalam keadaan konstan. Maksudnya ialah biaya itu umumnya tidak berubah meskipun terjadi peningkatan maupun penurunan (fluktuasi) jumlah produksi barang atau jasa dalam jangka pendek. Itulah karenanya, perubahan aktivitas bisnis perusahaan cenderung tidak mempengaruhi sama sekali biaya tetap dalam jangka pendek. 

Di sisi lain, dalam biaya tetap, akan diurai lagi 2 macam biaya, diantaranya committed fixed cost dan discretionary fixed cost.

Commited fixed cost atau disebut juga biaya komitmen merupakan biaya yang wajib dan harus dikeluarkan. Biasanya biaya ini semisal atau peralatan yang penting perannya dalam menyediakan fasilitas produksi, biaya sewa bangunan, atau biaya pabrik. 

Selain itu, penyusutan, pajak, sewa, asuransi, dan properti, juga termasuk dari contoh committed fixed cost. Pasalnya, setelah melakukan pembelian, pabrik atau peralatan produksi dengan sendirinya biasanya akan terdepresiasi.

Discretionary fixed cost atau disebut juga biaya tetap diskresioner merupakan pengeluaran untuk biaya pada periode tertentu atau bisa disebut aset tetap, yang dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan tanpa berimbas langsung pada laba yang diperoleh perusahaan dari suatu bisnis. 

Terkadang, perusahaan tidak perlu banyak mengeluarkan biaya untuk discretionary fixed cost. Sayangnya, seringkali nilai dari biaya ini malah nilainya bisa sangat besar, karenanya dalam proses perencanaan perlu jeli untuk menghitungnya, dan apabila dalam kondisi demikian maka patut ditinjau ulang oleh manajemen.

Walhasil, demikian dua macam biaya tetap yang perlu juga untuk diketahui. Dan, untuk memberi gambaran tentang biaya tetap, ada beberapa contoh dalam biaya tetap, seperti biaya sewa gedung, pajak, biaya cukai (jika pengiriman produk dilakukan hingga ke luar negeri), gaji karyawan, pembayaran pinjaman, biaya asuransi, dan sebagainya.

Namun demikian, meski biaya tetap senantiasa konstan, akan tetapi bukan berarti biaya tetap ini selalu konstan. Melainkan, biaya tetap juga dapat berubah sewaktu-waktu pada masa yang akan datang. Dan, inilah beberapa contoh dalam biaya tetap:

#1 Asuransi (Insurance) 

Adalah biaya berkala yang mengacu pada kontrak asuransi.

#2 Biaya Sewa (Rent) 

Dalam hal ini adalah biaya berkala atas pemanfaatan real estate, seperti kantor, gudang, dan pabrik, yang dimiliki orang lain yang disewa oleh perusahaan untuk menjalankan operasional bisnisnya.

#3 Penyusutan (Depreciation) 

Dalam hal ini adalah biaya beban bertahap dan sistematis terhadap biaya aset berwujud, seperti peralatan produksi, selama aset tersebut bermanfaat.

#4 Beban bunga (Interest Expenses) 

Adalah biaya atau dana yang dipinjamkan dari pemberi pinjaman ke perusahaan. Semetara itu, beban bunga ini dalam perjanjian pinjaman digolongkan sebagai biaya tetap, jika suku bunga tetap dimasukkan ke dalam perjanjian tersebut.

#5 Pajak Properti (Property Tax) 

Adalah pajak yang dibebankan oleh pemerintah setempat kepada perusahaan, yang nilainya berdasarkan biaya asetnya.

#6 Gaji (Salary) 

Adalah jumlah kompensasi tetap dari perusahaan yang dibayarkan kepada karyawan.

#7 Utilitas (Utility) 

Dalam hal ini adalah biaya utilitas, seperti biaya listrik, telepon, gas, dan sebagainya. Dimana dalam biaya ini mempunyai sebagian kecil elemen variabel dan sebagian besar elemen tetap.

Maka dari itu, biaya tetap pada dasarnya akan akan selalu konstan sampai periode tertentu, periode dimana biaya dapat dinaikkan atau malah diturunkan oleh pihak yang bersangkutan, tetapi perubahan biaya tersebut terjadi dalam rentang waktu yang cukup panjang.

Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan secara konstan, photo oleh Karolina Grabowska dari Pexels

B. Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya variabel atau disebut variable cost adalah suatu biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam nilai yang fluktuatif menyesuaikan perubahan jumlah produk yang diproduksi.

Karenanya, semakin meningkat jumlah volume produk yang dihasilkan oleh perusahaan, maka semakin meningkat pula biaya yang harus dibutuhkan untuk menghasilkan produk tersebut. Begitu pula sebaliknya, jumlah volume produk yang dihasilkan kecil maka biaya yang dibutuhkan juga kecil.

Itulah sebabnya, biaya variabel terpengaruh dengan fluktuasi aktivitas usaha perusahaan dalam memproduksi barang. Sementara untuk Biaya Variabel adalah sebagai berikut :

#1 Bahan Langsung

Adalah bahan yang berhubungan langsung dengan proses produksi, atau yang biasa disebut sebagai bahan baku. Dan, bahan langsung ini bisa berubah menyesuaikan jumlah produk yang telah dihasilkan.

#2 Tenaga Kerja Langsung

Adalah tenaga kerja yang berperan langsung dalam memproduksi sebuah barang. Karena itu, tenaga kerja tersebut akan dibayar setelah menghasilkan suatu produk. Akan tetapi, yang masuk ke dalam biaya variabel hanya tenaga kerja sementara saja.

#3 Pemenuhan Kebutuhan Alat Produksi

Adalah bahan-bahan yang diperlukan untuk menjalankan alat proses produksi, seperti listrik untuk mesin, atau oli untuk mesin produksi.

#4 Upah Lembur Tenaga Kerja

Adalah upah lembur tenaga kerja yang dihitung berdasarkan jumlah jam lembur yang dihabiskan oleh tenaga kerja. Upah ini akan dihitung sebagai biaya variabel.

#5 Komisi

Adalah komisi yang dihitung berdasarkan pada setiap keberhasilan penjualan produk dengan jumlah tertentu, yang berubah menyesuaikan jumlah produksi serta penjualan.

Biaya variabel adalah biaya yang harus dikeluarkan dalam kondisi fluktuatif menyesuaikan perubahan jumlah produk yang diproduksi, photo by loufre from Pixabay

Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Setelah memahami pengertian biaya tetap dan biaya variabel, maka akan didapatkan ada beberapa hal yang membedakan kedua biaya itu. Yang mana, apabila dikerucutkan setidaknya ada enam poin substansial yang membedakan dua biaya ini  dalam ilmu akuntansi. Apa saja?

  1. Berdasarkan pengertian, biaya tetap didasarkan pada waktu terkait. Maksudnya, biaya tetap akan tetap konstan selama suatu periode. Berlainan dengan biaya variabel yang berdasarkan volume, yakni nilainya berubah mengikuti perubahan volume.

  2. Berdasarkan biaya satuab, biaya tetap sejatinya tidak berfluktuatif menyesuaikan perubahan kuantitas unit produksi. Sebaliknya, biaya variabel berfluktuasi nilainya menyesuaikan perubahan jumlah unit produksi.

  3. Berdasarkan waktu terjadi, biaya tetap bisa juga dibilang biaya pasti, lantaran biaya itu akan tetap ada bahkan ketika tidak ada unit yang diproduksi. Sedangkan, biaya variabel adalah biaya tidak pasti karena biaya itu ada hanya ketika perusahaan melakukan produksi.

  4. Biaya variabel tetap konstan dalam per-unitnya, namun juga dapat berubah per unitnya.

  5. Sementara biaya variabel disertakan pada saat penilaian persediaan, sedangkan biaya tetap tidak termasuk di dalamnya.

  6. Berdasarkan contohnya, biaya tetap diantaranya ialah sewa, depresiasi, biaya, asuransi, pajak, gaji, bea, dan lain-lain. Sedangkan, contoh biaya variabel diantaranya ialah biaya pengepakan, pengiriman, upah, material yang dikonsumsi, dan lain-lain.

Penutup

Sebagai pelaku bisnis, sangatlah penting untuk memahami secara mendalam bagaimana berbagai biaya berubah berdasarkan perubahan volume dan tingkat output. Sebab, rincian biaya-biaya itu menentukan tingkat harga layanan serta membantu dalam banyak aspek lain, salah satunya membantu menyusun strategi bisnis secara keseluruhan.

Oleh karenanya, baik fix cost  maupun variable cost menjadi bahan utama untuk berbagai metode penetapan biaya dalam bisnis, seperti penetapan biaya proses, penetapan biaya berdasarkan aktivitas, dan penetapan biaya pesanan. Maka dari itu, penting bagi Sobat Bisnis untuk mengetahui perbedaan antara kedua biaya tersebut untuk mengembangkan bisnis. Semoga ulasan ini bermanfaat ya!

Tinggalkan komentar