Beranda » Pentingnya Membuat Laporan Laba dan Rugi

Pentingnya Membuat Laporan Laba dan Rugi

Halo, Sobat Bisnis. Mungkinkah berbisnis kalau tidak menguntungkan? Mustahil ya, karena kalau tidak menguntungkan artinya bisnis kita sedang menuju bangkrut. Karena itu, kita wajib tahu bagaimana kondisi keuangan perusahaan kita. Nah, kali ini sinaubisnis.com akan membahas pentingnya membuat laporan laba dan rugi. Yuk, simak ulasannya berikut ini! 

Pengertian Laporan Laba dan Rugi

Secara garis besar, laporan laba dan rugi menunjukkan selisih antara pendapatan dan biaya, gambar oleh Anna Nekrashevich from Pexels

Secara sederhana, laporan laba dan rugi dapat dipahami sebagai laporan keuangan yang berisikan ringkasan dari biaya dan pendapatan selama periode waktu tertentu. Biasanya, periode waktu yang dipilih adalah satu bulan atau satu tahun.

Namun, sebetulnya periodesasi waktu itu variatif, lantaran dalam penentuannya berdasarkan konsep perbandingan (matching concept), atau dalam istilah lain disebut juga konsep pemadanan atau pengaitan. Maksudnya? Jadi begini, konsep ini dalam penerapannya membandingkan antara pendapatan dan beban terkait yang dihasilkan selama periode terjadinya beban tersebut.

Selain itu, secara garis besar, laporan laba dan rugi menunjukkan selisih antara pendapatan dengan beban. Yang mana, bila pendapatan lebih besar dari beban, maka perusahaan memperoleh laba. Sebaliknya, bila beban yang justru lebih besar dari pendapatan, maka perusahaan mengalami kerugian.

Laporan Laba dan Rugi Komprehensif

Setelah mengetahui pengertian laporan laba dan rugi, maka selanjutnya kita akan membahas laporan laba dan rugi komprehensif sebagai laporan penentu keberhasilan perusahaan. Sebab, dalam laporan laba dan rugi komprehensif itu akan disajikan seluruh pos beban dan penghasilan yang diakui perusahaan dalam kurun periode tertentu.

Terlebih, bagi perusahaan publik (Tbk), laporan laba dan rugi wajib mereka buat dan publikasikan dalam kurun periode tertentu.

Bagi perusahaan publik wajib untuk menyajikan laporan laba dan rugi komprehensif karena dari laporan ini akan dinilai bagaimana performa perusahaan tersebut, gambar oleh Scott Graham on Unsplash

Selanjutnya, laporan laba dan rugi komprehensif mempunyai dua komponen, yakni laba rugi dan pendapatan komprehensif lainnya. Sementara, komponen utama laporan laba rugi komprehensif disusun memakai metode beban fungsional yang di dalamnya mencakup komponen-komponen berikut:

  • beban pokok penjualan
  • pendapatan
  • beban usaha
  • laba bruto
  • beban lainnya
  • pendapatan lainnya
  • bagian laba untuk ventura bersama dan/atau entitas asosiasi
  • biaya keuangan
  • beban pajak
  • laba sebelum pajak
  • laba periode berjalan
  • laba periode berjalan dari operasi yang dihentikan setelah pajak
  • laba periode berjalan dari operasi yang dilanjutkan
  • pajak penghasilan terkait
  • pendapatan komprehensif lain
  • pendapatan komprehensif lain periode berjalan setelah pajak
  • pajak penghasilan terkait
  • laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas produk dan kepentingan non pengendali
  • total laba komprehensif periode berjalan
  • total laba komprehensif periode berjalan yang dapat diatribuskan ke pemilik entitas induk dan kepentingan non pengendali
  • laba per saham dasar dan dilusian

Manfaat Laporan Laba dan Rugi

Dari laporan laba dan rugi kita akan memperoleh seperti apa kinerja keuangan perusahaan, gambar oleh Karolina Grabowska from Pexels

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, laporan laba dan rugi memiliki peran yang penting dalam memperlihatkan kinerja keuangan perusahaan. Pasalnya, semua pendapatan dan beban atau biaya dimasukkan dalam laporan ini. Yang mana, selisih antara pendapatan dan biaya tersebut akan menunjukkan apakah perusahaan untung atau malah rugi.

Sederhananya, laporan laba dan rugi ibarat dashboard pada kendaraan, dimana dengan melihat dashboard maka kita akan mengetahui bagaimana kondisi kendaraan. Sama halnya dengan laporan laba dan rugi, yakni dengan membaca serta menganalisisnya maka kita akan tahu bagaimana kondisi keuangan perusahaan.

Selain itu, analisa laporan laba dan rugi juga dapat membantu perusahaan untuk mengevaluasi manajemen periode sebelumnya sekaligus merumuskan strategi yang tepat untuk periode selanjutnya.

Jenis-jenis Laba Usaha

Laba sendiri di dalam laporan laba dan rugi terbagi menjadi 4 jenis. Ada apa saja?

  • Laba Kotor

Secara matematis, laba kotor adalah laba yang didapat dari pendapatan yang sudah dikurangi pengeluaran biaya produksi. Sementara, pengeluaran biaya produksi sendiri dihitung dari harga pokok penjualan (HPP) yang terdiri dari tenaga kerja langsung, pembantu, bahan mentah (raw material), dan yang lainnya.

  • Laba Operasi

Laba operasi adalah laba yang dihitung setelah dikurangkan dari beban-beban operasi yang berasal dari pendapatan atau marjin kotor, seperti amortisasi, penyusutan, administrasi umum dan penjualan, atau overhead. Untuk itu, bila disusun secara matematis maka akan menjadi, laba operasi = laba bruto-beban usaha. Sehingga, laba operasi dianggap sebagai presentase setiap rupiah yang tersisa setelah dikurangkan pengeluaran biaya yang digunakan untuk menjalankan bisnis.

  • Laba Sebelum Pajak (Earning Before Tax)

Laba sebelum pajak  atau Earning Before Tax (EBT) adalah laba yang diperoleh sebelum dikurangi biaya pajak yang wajib dibayarkan. Jenis laba ini akan memperlihatkan berapa banyak laba yang diperoleh perusahaan dari aktivitas operasionalnya tanpa memperhitungkan biaya pajak.

  • Laba Bersih

Laba bersih adalah laba yang dimiliki setelah dikurangi pajak penghasilan. Jenis laba ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengoptimalisasi laba dari pendapatan.

Format Laporan Laba dan Rugi

Format laporan laba da rugi biasanya memakai format dasar profit dan loss statement. Dimana komponen utama dari format tersebut disebut juga income statement yang terdiri dari:

  • harga pokok penjualan
  • penjualan/penerimaan
  • penyusutan, pajak, dan bunga
  • biaya-biaya

Contoh Pengaplikasian Format Laporan Laba dan Rugi

Dalam menerapkan format laporan laba dan rugi bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, gambar oleh Skylar Kang from Pexels

Berikut adalah ilustrasi sederhana bagaimana pengaplikasian format laba dan rugi:

Laporan Laba dan Rugi

Penjualan (a) : Rp 2.000.000,-

Harga Pokok Penjualan (HPP) (b) : Rp 1.000.000,-

Laba Kotor (c) = (a) – (b) : Rp 1.000.000,-

Beban/Biaya-biaya (d) : Rp 900.000,-

Laba Operasional (e) = (c) – (d) : Rp 100.000,-

Pendapatan atas beban lainnya (f) : – Rp 20.000,-

Laba bersih sebelum pajak (g) = (e) + (f) : Rp 80.000,-

Pajak (h) : Rp 20.000,-

Laba Bersih Setelah Pajak (i) = (g) – (h) : Rp 60.000,-

Dari contoh di atas, diperolehnya laba bersih melalui proses perhitungan sebagai berikut:

Pertama, pengurangan penjualan oleh harga pokok penjualan (HPP) yang merupakan laba kotor.

Kedua, laba kotor tersebut dikurangi beban atau biaya-biaya operasi sehingga diperoleh laba (rugi) operasional.

Ketiga, menghitung laba sebelum pajak yang dihitung dari laba (rugi) operasional ditambah pendapatan (beban) lain bersih.

Keempat, yang terakhir adalah menghitung laba bersih setelah pajak, yang diperoleh dari laba sebelum pajak dikurangi pajak (tax). 

Selain contoh diatas, ada satu contoh lagi untuk dibahas, ialah sebagai berikut:

Sales (a) : Rp 100.000,-

HPP (b) : Rp 40.000,-

Laba Kotor (c) = (a) – (b) : Rp 60.000,-

Beban/Biaya-biaya (d) : Rp 45.000,-

Pendapatan Bersih (f) = (c) – (d) : Rp 15.000,-

Contoh di atas adalah contoh lain dari format sederhana laporan laba dan rugi. Dimana kita dapat menghitung pendapatan bersih dimulai dari Sales sebesar Rp 100.000,-. Lalu, dikurangi HPP sebesar Rp 40.000,-, sehingga diperoleh atau laba kotor sebesar Rp 60.000,-. Laba kotor tersebut kemudian dikurangi beban/biaya-biaya sebanyak Rp 45.000,-, maka pendapatan bersih yang didapat adalah sebanyak Rp 15.000,-.

***

Bahasan mengenai ‘Laporan Laba dan Rugi’ kita akhiri dulu disini ya. Semoga dari bahasan diatas dapat memberi gambaran Sobat Bisnis akan pentingnya membuat laporan laba dan rugi untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan.

Amit-amit, jangan sampai karena kita tidak menyadari pentingnya laporan laba dan rugi ini, perusahaan yang selama ini kita kira memperoleh untung, ternyata malah tengah merugi. Maka itu, nantikan ulasan sinaubisnis.com selanjutnya tentang laporan laba dan rugi ya! Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *