Beranda » Mengenal Business Development dan Peran Pentingnya untuk Perusahaan serta Karirmu

Mengenal Business Development dan Peran Pentingnya untuk Perusahaan serta Karirmu

  • oleh

Halo Sobat Bisnis, pernahkah mendengar business development (BD)? BD ini sendiri perannya amat vital bagi pengembangan perusahaan. Dimana kita tahu bahwa kunci sukses perusahaan adalah kemampuannya untuk terus berkembang. Untuk itu, pasti penasaran kan apa BD itu? Nah, biar kita tahu lebih jelasnya, yuk simak ulasan sinaubisnis.com berikut ini.

Pengertian Business Development

Melansir dari Forbes, BD diartikan sebagai proses pembentukan nilai jangka panjang suatu perusahaan melalui skema interaksi antara pelanggan, pasar, dan relasi bisnis. Maka langsung dapat disimpulkan bahwa anggapan yang menyamakan BD sebagai pekerjaan seorang bagian marketing adalah keliru. Lantaran tanggung jawab seorang BD adalah menemukan instrumen interaksi antara ketiga komponen itu untuk menciptakan peluang bagi perusahaan agar terus tumbuh.

Disini, mungkin masih membingungkan ya, apa nilai jangka panjang yang dimaksud itu. Nah, sederhananya, nilai jangka panjang ini berupa pendapatan, image perusahaan, atau apapun yang membikin perusahaan terus berkembang. Dimana BD berfokus pada pembentukan nilai jangka panjang tersebut dengan cara menyusun taktik dan strategi supaya perusahaan mampu berkembang dalam rentang waktu yang lama. Karena itu juga, BD juga mesti terampil dalam memutar uang perusahaan supaya selalu untung.

BD membentuk nilai jangka panjang suatu perusahaan melalui skema interaksi antara pelanggan, pasar, dan relasi bisnis, gambar oleh Kelly Sikkema on Unsplash

Sampai disini, dapat dibayangkan betapa kompleksnya pekerjaan BD dalam mengembangkan perusahaan. Lalu, bagaimana sih BD mengembangkan perusahaan melalui interkasi tiga komponen; pelanggan, pasar, dan relasi bisnis? Berikut ini penjelasannya:

  • Pelanggan

Memang, perusahaan amat membutuhkan pelanggan untuk berkembang. Meskipun, produk atau jasa yang perusahaan tawarkan seringnya hanya menyasar kalangan pelanggan tertentu atau tidak mesti cocok bagi semua kalangan. Namun, bukan berarti tidak mungkin bagi perusahaan untuk mampu menciptakan produk yang bisa dinikmati masyarakat secara luas. Itulah tantangan yang mesti dipecahkan oleh BD. Oleh karena itu, seorang BD mesti mampu memperoleh hal-hal baru serta memilah nilai-nilai produk yang dibutuhkan pelanggan.

  • Pasar

Pasar atau target market menjadi acuan perusahaan untuk menawarkan produk atau jasa yang akan dijual, sehingga harus dipikirkan baik-baik sejak awal membangun bisnis. Setelah itu, barulah target market ini harus dikembangkan, sebab celaka bila malah stagnan. Maka itu, seorang BD harus mampu memunculkan inovasi pengembangan produk guna menjangkau pasar baru. Mulai dari menganalisa faktor geografi serta faktor demografi. Karena, dua faktor ini yang mempengaruhi seseorang untuk mengambil keputusan.

  • Relasi Bisnis

Relasi bisnis, baik itu dengan pelanggan, sponsor, atau klien adalah kunci keberhasilan suatu bisnis bertahan lama. Disinilah kemudian seorang BD berperan untuk membangun relasi bisnis sekaligus memeliharanya dengan dasar kepercayaan dan respek antar satu sama lain.

Tugas dan Peran Business Development

Secara umumnya BD memiliki 7 tugas wajib, gambar oleh fauxels from Pexels

Kerja BD yang menjalin interaksi dengan tiga komponen; pelanggan, pasar, dan relasi bisnis, menjadikannya berperan untuk mengarahkan perusahaan supaya terus berkembang, mulai dari sisi bisnis, konsumen, relasi sampai kerja sama. Namun demikian, kendati BD di tiap perusahaan secara rinci mempunyai tugas yang berbeda-beda sesuai dengan jenis bisnis perusahaannya. Tapi, secara garis besar, setidaknya seorang BD harus memiliki beberapa tugas dan peran sebagai berikut:

  • Ikut membantu mengembangkan produk yang dijual bersama dengan tim produk, developer dan UI/UX Designer.
  • Bekerja sama dengan Manajer Investasi serta mitra potensial lainnya.
  • Membangun kerja sama dengan Bank Kustodian guna mengamankan aset perusahaan, OJK serta regulator terkait yang berkaitan dengan bisnis investasi.
  • Mengkomunikasikan dengan baik rencana bisnis ke depan kepada partner dan calon partner.
  • Bersama tim data, menyajikan analisis data yang bersifat informatif untuk membantu pengembangan bisnis perusahaan.
  • Mengembangkan dan melaksanakan serta mengawasi proses pemasaran baik online dan offline bersama dengan tim marketing
  • Bersama tim compliance, mengembangkan dan melaksanakan serta memonitor proses Know Your Customer (KYC).

Apakah Business Development sama dengan Marketing?

Meski berbeda antara BD dan marketing namun keduanya saling terkait, gambar oleh ThisIsEngineering from Pexels

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, seringkali tugas BD dianggap sama dengan marketing, yakni sama-sama memasarkan produk. Padahal, sejatinya keduanya berbeda. Dimana kerja BD sendiri lebih kompleks dari marketing, salah satunya adalah menyusun strategi pengembangan bisnis perusahaan. Bahkan, dalam bekerja, BD mengkombinasikan marketing, penjualan, operasional, analisis strategi, dan financial anaysis

Lain halnya dengan BD, marketing lebih fokus pada invasi market baru, negosiasi bisnis, serta  mengenalkan demonstrasi produk yang dijual. Maka itu, bagian marketing justru lebih fokus mengeksplorasi keunggulan produknya guna memaksimalkan keuntungan penjualan. 

Meski tampak jelas titik perbedaan antara keduanya, namun baik BD dan marketing antar satu sama lain saling terkait lho. Kadang, malah marketing dimasukkan ke dalam bagian BD. Pasalnya, BD yang bekerja sendirian tanpa didukung keberadaan marketing seringkali kerjanya menjadi kurang maksimal. Maka dari itu, sinergitas antara keduanya amat membantu perusahaan untuk mengelaborasi strategi yang tepat guna mencapai target.

Arti Penting Business Development bagi Perusahaan

Sudah menjadi pemahaman umum bahwa hanya perusahaan yang terus berkembang yang mampu melalui tantangan dunia bisnis. Itu sebabnya, BD dibentuk untuk mengambil peran mengembangkan perusahaan secara berkelanjutan. Karena itu pula BD menempati posisi yang penting. Di sampig itu, pengembangan disini tentunya mencakup banyak hal, baik itu riset pasar, memetakan sekaligus memunculkan peluang bisnis, serta merawat dan mengembangkan hubungan dengan klien potensial baru.

Semua itu tentunya menuntut kecakapan seorang BD untuk mampu membuat strategi bisnis perusahaan yang jitu. Sehingga, ketidakmampuan BD dalam membuat strategi, bakal berimbas pada kesulitan perusahaan untuk berkembang. Oleh karenannya, bagi seorang BD, dibutuhkan kemampuan menganalisis yang mendalam terkait pengembangan perusahaan.

Setidaknya ada 3 alasan penting berkarir sebagai BD untuk perjalanan karirmu, gambar oleh Hardini Lestari on Unsplash

Lantas, apakah Sobat Bisnis tertarik menjadi seorang BD? Masih mikir-mikir ya. Berikut ini, ada 3 alasan yang bisa dijadikan pertimbangan untuk berkarir sebagai seorang BD.

  • Peluang yang Cukup Besar

Kebanyakan orang masih awam dengan BD, sehingga masih sedikit orang yang mengincar posisi ini. Sementara itu, dibanding management trainee atau program officer, BD malah lebih sedikit diminati. Padahal ketiga posisi ini sama prestisenya. Jadi, menjadi seorang BD bisa dibilang peluangnya masih cukup besar untuk saat ini.

Apalagi, banyak perusahaan start up yang membuka lowongan untuk posisi BD. Pasalnya, untuk dapat dan terus bertahan di tengah persaingan pasar, perusahaan harus terus mengembangkan bisnisnya. Dan itulah peran yang diemban oleh BD.

  • Gaji yang Relatif Tinggi

Banyak perusahaan yang menawarkan gaji pokok yang tinggi untuk posisi BD. Bahkan, tak jarang disertai iming-iming insentif pula bila mampu mencapai target perusahaan. Karena pengaruhnya yang berdampak langsung pada pendapatan perusahaan, menjadikannya berada pada posisi yang penting. Di sisi lain, perolehan gaji yang relatif tinggi tentunya menjadi keuntungan tersendiri, meski seandainya target yang ditentukan tidak tercapai. Alih-alih kalau tercapai, malah bakal memperoleh tambahan insentif.

  • Batu Loncatan untuk Karir di Masa Depan

Berkarir sebagai BD memungkinkan kita untuk berkecimpung di bidang kerja yang lain. Untuk di awal karir, posisi ini bisa menjadi batu loncatan lho. Seringkali, perusahaan malah menempatkan pekerjanya dari BD ke tim project start up baru perusahaan. Sebab, dianggapnya karyawan dari BD mempunyai kecakapan manajerial yang lebih dari pekerja lain pada umumnya. Untuk itu, pengalaman yang mentereng sebagai BD juga akan meningkatkan kepercayaan diri untuk menjajal peran di bidang yang lain.

Jadi, ulasan sinaubisnis.com kali ini apakah sudah cukup menggambarkan apa itu business development? Atau malah Sobat Bisnis semakin mantap untuk berkarir sebagai seorang business development? Jika iya, selamat mencobanya, dan semoga berhasil ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *